Kaliini akan dishare kumpulan hadits tentang iman lengkap dalam tulisan bahasa arab dan artinya. Hendaknya kita sebagai seorang muslim memahami apa hakikat keimanan yang benar dalam agama islam. Semua perkara iman, islam dan ihsan ini bisa kita temui di berbagai dalil baik ayat suci Al Quran dan hadits Rasulullah SAW. KandunganHadits: Hadits ini sangat agung karena kata-katanya sangat menyentuh jiwa. Jiwa yang sehat pasti akan tersentuh dengan hadits ini dan lahirlah ketaatan. Pertama, Bersuci Adalah Separuh Iman. Ulama berbeda pendapat tentang makna bersuci merupakan separuh iman. Dua pendapat yang paling masyhur adalah: 1. HadisJibril (bahasa Arab: ุญุฏูŠุซ ุฌุจุฑุงุฆูŠู„ โ€Ž, Hadฤซts Jibraฤซl) adalah sebuah hadis yang memuat definisi tentang Islam, Iman, Ihsan, dan tanda-tanda hari kiamat menurut akidah umat Islam.Hadis ini diriwayatkan dari sahabat Umar bin Al-Khaththab dan Abu Hurairah.Hadis ini dapat ditemukan di kedua kitab Shahihain, Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, juga Arbain Nawawi hadits ke-2. Posted13 Februari 2021 by Hanasama. Dalam hadits arbain 11 kita akan mendapatkan penjelasan tentang tinggalkanlah sesuatu yang membuat kita ragu. Jadi jika ada sesuatu keraguan dalam sebuah perbuatan, maka lebih baik ditinggalkan saja. Dalam hadits arbain 12 Nabi mengisyaratkan untuk meninggalkan suatu perkara atau perbuatan yang tidak berguna. Demikianlahsepuluh hadis yang telah dijelaskan oleh imam As-Suyuthi tentang keutamaan iman di dalam kitabnya yang berjudul Lubbabul Hadits. Di mana di dalam kitab tersebut, beliau menjelaskan empat puluh bab dan setiap bab beliau menuliskan sepuluh hadis dengan tidak menyantumkan sanad untuk meringkas dan mempermudah orang yang mempelajarinya. tQexE6R. Iman adalah dasar dari setiap agama. Bagi umat Islam, memahami dasar-dasar iman adalah kewajiban yang harus dipelajari dan dipahami. Salah satu cara untuk mempelajari dasar-dasar iman adalah melalui hadits Arbain tentang Hadits Arbain tentang iman adalah kumpulan hadits sebanyak empat puluh yang memuat tentang dasar-dasar iman yang harus dipahami oleh setiap muslim. Kumpulan hadits ini disusun oleh Imam Nawawi, seorang ulama dari abad ke-13. Hadits Arbain tentang iman sangat terkenal dan dipelajari oleh umat Islam di seluruh dunia. Hadits-hadits dalam kumpulan ini berisi tentang berbagai macam topik, seperti keimanan kepada Allah, rasul, hari akhir, dan lain sebagainya. Melalui hadits Arbain tentang iman, umat Islam dapat memahami dasar-dasar iman secara mendalam. Alasan Pentingnya Memahami Dasar-dasar Iman Memahami dasar-dasar iman sangat penting bagi umat Islam karena iman adalah fondasi dari setiap aspek kehidupan. Tanpa iman yang kuat, sulit bagi seseorang untuk menjadi muslim yang baik dan benar. Selain itu, memahami dasar-dasar iman juga membantu umat Islam untuk menghindari kesalahan yang bisa merusak iman mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali ada banyak godaan dan cobaan yang bisa menggoyahkan iman seseorang. Namun, jika seseorang memahami dasar-dasar iman dengan baik, maka ia akan lebih mudah untuk menghadapi godaan dan cobaan tersebut. Beberapa Hadits Arbain tentang Iman yang Penting untuk Dipahami Berikut adalah beberapa hadits Arbain tentang iman yang penting untuk dipahami oleh setiap muslimHaditsArtiโ€œBarangsiapa yang meninggal dalam keadaan telah mengenal Allah, maka ia akan masuk surga.โ€Hadits ini mengingatkan pentingnya mengenal Allah dan hidup dalam keadaan iman sepanjang waktu.โ€œTidak beriman seseorang kamu, sehingga dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri.โ€Hadits ini mengajarkan pentingnya persaudaraan dalam Islam dan bagaimana cara menjadi muslim yang baik.โ€œSesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik maka baiklah seluruh tubuh, jika buruk maka buruklah seluruh tubuh. Itulah hati.โ€Hadits ini mengajarkan pentingnya menjaga hati dan pikiran agar selalu dalam keadaan yang baik. Kesimpulan Hadits Arbain tentang iman adalah kumpulan hadits yang sangat penting untuk dipelajari oleh setiap muslim. Melalui hadits Arbain tentang iman, umat Islam dapat memahami dasar-dasar iman yang harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Memahami dasar-dasar iman sangat penting bagi umat Islam karena iman adalah fondasi dari setiap aspek kehidupan. Dengan memahami dasar-dasar iman dengan baik, umat Islam dapat menjadi muslim yang baik dan benar serta dapat menghadapi godaan dan cobaan dengan lebih mudah. Oleh karena itu, bagi setiap muslim, mempelajari dan memahami hadits Arbain tentang iman adalah suatu kewajiban yang harus video ofHadits Arbain tentang Iman โ€“ Mengetahui dan Memahami Dasar-dasar Iman Ilustrasi Dalam hadits Arbaโ€™in yang ke-15 dibahas tentang indikator-indikator orang yang bisa dikatakan iman kepada Allah dan Hari Akhir. Berikut redaksinya ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงู‹ ุฃูŽูˆ ู„ููŠูŽุตู’ู…ูุชู’ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ูŠูŽูˆู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู ููŽู„ู’ูŠููƒู’ุฑูู…ู’ ุฌูŽุงุฑูŽู‡ูุŒ ูˆู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆุงู„ูŠูŽูˆู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู ููŽู„ู’ูŠููƒู’ุฑูู…ู’ ุถูŽูŠู’ููŽู‡ู Man kaan ayu`minu billahi wal-yaumil aakhiri fal-yaqul khairan au liyashmut. Wa man kaana yu`minu billaahi wal-yaumil aakhiri fal-yukrim jaarahu. Wa man kaan yu`minu billahi wal-yaumil aakhiri fal-yukrim dhaifahu. โ€œBarangsiapa beriman kepada ALlah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah! Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tetangganya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhit maka muliakanlah tamunya.โ€ Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Adapun sahabat yang meriwayatkan adalah Abu Hurairah. Sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Ia dijuluki Abu Hurairah Bapak Kucing karena suka memelihara kucing. Nama aslinya adalah Abdurrahman bin Shakhrin. Secara umum hadits ini memberitahukan bahwa indikator iman kepada Allah dan hari akhir adalah. Pertama, berkata yang baik atau kalau tidak bisa maka diam. Kedua, memuliakan tetangga. Ketiga, memuliakan tamu. Syekh Utsaimin dalam syarahnya menulis beberapa pelajaran terkait hadits ini. Pertama, wajib diam, melainkan dalam kebaikan. Kedua, anjuran untuk menjaga lisan. Ketiga, wajib memuliakan tetangga. Masalah teknis pemuliannya dikembalikan pada tradisi masing-masing. Selama tidak menyalahi syariat. Keempat, Islam adalah agama yang ramah, suka mengenal dan dekat dengan yang lain. Kelima, wajib memuliakan tamu. Misalnya menyambutnya dengan wajah gembiri atau senyuman tulus. Selain itu, yang menarik di sini adalah amalan-amalan yang disebutkan dalam hadits ini adalah terkait dengan hubungan sosial kemanusiaan. Bahwa memiliki hubungan sosial yang baik adalah menjadi bagian indikator keimanan seseorang kepada Allah dan hari akhir. Maka dari itu, tidak bisa dikatakan baik keimanan seseorang kepada Allah dan hari akhir jika dia suka berkata kotor dan menyakiti, tak ramah kepada tetangga serta menyia-nyiakan tamu. Aza Hadits Arbain Ke 2Penjelasan HaditsHadits ini menunjukkan adanya contoh berpakaian yang bagus, berperilaku yang baik dan bersih ketika datang kepada ulama, orang terhormat atau IslamPengertian ImanIslam dan ImanPengertian IhsanHari Kiamat dan Tanda-tandanyaTanya Jawab Merupakan Salah Satu Metode PembelajaranShare thisRelated posts ุนูŽู†ู’ ุนูู…ูŽุฑูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽูŠู’ุถุงู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู…ูŽุง ู†ูŽุญู’ู†ู ุฌูู„ููˆู’ุณูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฐูŽุงุชูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุฅูุฐู’ ุทูŽู„ูŽุนูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุดูŽุฏููŠู’ุฏู ุจูŽูŠูŽุงุถู ุงู„ุซู‘ููŠูŽุงุจู ุดูŽุฏููŠู’ุฏู ุณูŽูˆูŽุงุฏู ุงู„ุดู‘ูŽุนู’ุฑูุŒ ู„ุงูŽ ูŠูุฑูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽุซูŽุฑู ุงู„ุณู‘ูŽููŽุฑูุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุนู’ุฑูููู‡ู ู…ูู†ู‘ูŽุง ุฃูŽุญูŽุฏูŒุŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฌูŽู„ูŽุณูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŽุฃูŽุณู’ู†ูŽุฏูŽ ุฑููƒู’ุจูŽุชูŽูŠู’ู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฑููƒู’ุจูŽุชูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽูˆูŽุถูŽุนูŽ ูƒูŽูู‘ูŽูŠู’ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ููŽุฎูุฐูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏ ุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงู’ู„ุฅูุณูู„ุงูŽู…ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุดู’ู‡ูŽุฏูŽ ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุชูู‚ููŠู’ู…ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉูŽ ูˆูŽุชูุคู’ุชููŠูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽูƒุงูŽุฉูŽ ูˆูŽุชูŽุตููˆู’ู…ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุชูŽุญูุฌู‘ูŽ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชูŽ ุฅูู†ู ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุณูŽุจููŠู’ู„ุงู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุตูŽุฏูŽู‚ู’ุชูŽุŒ ููŽุนูŽุฌูุจู’ู†ูŽุง ู„ูŽู‡ู ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ูู‡ู ูˆูŽูŠูุตูŽุฏู‘ูู‚ูู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูุคู’ู…ูู†ูŽ ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุชูู‡ู ูˆูŽูƒูุชูุจูู‡ู ูˆูŽุฑูุณูู„ูู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู ูˆูŽุชูุคู’ู…ูู†ูŽ ุจูุงู„ู’ู‚ูŽุฏูŽุฑู ุฎูŽูŠู’ุฑูู‡ู ูˆูŽุดูŽุฑู‘ูู‡ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุตูŽุฏูŽู‚ู’ุชูŽุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุนู’ุจูุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูƒูŽุฃูŽู†ู‘ูŽูƒูŽ ุชูŽุฑูŽุงู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒูู†ู’ ุชูŽุฑูŽุงู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุฑูŽุงูƒูŽ . ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู ุงู„ุณู‘ูŽุงุนูŽุฉูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุคููˆู’ู„ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุจูุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุงุฆูู„ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู…ูŽุงุฑูŽุงุชูู‡ูŽุงุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู„ูุฏูŽ ุงู’ู„ุฃูŽู…ูŽุฉู ุฑูŽุจู‘ูŽุชูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽู‰ ุงู„ู’ุญูููŽุงุฉูŽ ุงู„ู’ุนูุฑูŽุงุฉูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽุฉูŽ ุฑูุนูŽุงุกูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุงุกู ูŠูŽุชูŽุทูŽุงูˆูŽู„ููˆู’ู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุจูู†ู’ูŠูŽุงู†ูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู†ู’ุทูŽู„ูŽู‚ูŽ ููŽู„ูŽุจูุซู’ุชู ู…ูŽู„ููŠู‘ู‹ุงุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุนูู…ูŽุฑูŽ ุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููŠ ู…ูŽู†ู ุงู„ุณู‘ูŽุงุฆูู„ู ุŸ ู‚ูู„ู’ุชู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูŽ . ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุฌูุจู’ุฑููŠู’ู„ู ุฃูŽุชู€ูŽุงูƒูู…ู’ ูŠูุนูŽู„ู‘ูู…ููƒูู…ู’ ุฏููŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’ . [ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…] Artinya Dari Umar radhiyallahu anhu pula dia berkata; pada suatu hari ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang laki-laki berpakaian sangat putih, dan rambutnya sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tidak seorang pun dari kami yang mengenalnya, kemudian ia duduk di hadapan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan mendekatkan lututnya lalu meletakkan kedua tangannya di atas pahanya, seraya berkata Baca Juga ; Kultum Singkat Tentang Sedekah Wahai Muhammad jelaskan kepadaku tentang Islam?โ€™ Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab โ€Islam itu adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, engkau menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan haji ke Baitullah Al Haram jika engkau mampu mengadakan perjalanan ke sana. โ€ Laki-laki tersebut berkata Engkau benar.โ€™ Maka kami pun terheran-heran padanya, dia yang bertanya dan dia sendiri yang membenarkan jawabannya. Dia berkata lagi โ€œJelaskan kepadaku tentang iman?โ€ Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab โ€œIman itu adalah Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir serta engkau beriman kepada takdir baik dan buruk. โ€ Ia berkata Engkau benar.โ€™ Kemudian laki-laki tersebut bertanya lagi Jelaskan kepadaku tentang ihsan?โ€™ Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda โ€œIhsan adalah Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Kalaupun engkau tidak bisa melihat-Nya, sungguh Diamelihatmu. โ€ Dia berkata โ€œBeritahu kepadaku kapan terjadinya kiamat?โ€ Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab โ€œTidaklah orang yang ditanya lebih mengetahui dari yang bertanya.โ€ Ia berkata โ€œJelaskan kepadaku tanda-tandanya!โ€ Nabi shallallahu alaihi wa sallam berkata โ€œJika seorang budak wanita melahirkan tuannya dan jika engkau mendapati penggembala kambing yang tidak beralas kaki dan tidak pakaian saling berlomba dalam meninggikan bangunan.โ€ Umar radhiyallahu anhu berkata Kemudian laki-laki itu pergi, aku pun terdiam sejenak.โ€™ Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bertanya kepadaku โ€œWahai Umar, tahukah engkau siapa orang tadi?โ€ Aku pun menjawab โ€œAllah dan Rasul-Nya lebih tahu.โ€ Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda โ€œDia adalah Jibril yang datang untuk mengajarkan agama ini kepada kalian.โ€ HR Muslim Diriwayatkan oleh Muslim 8. Baca Juga Kultum Singkat Tentang Kejujuran Penjelasan Hadits Hadits ini menunjukkan adanya contoh berpakaian yang bagus, berperilaku yang baik dan bersih ketika datang kepada ulama, orang terhormat atau penguasa. Karena jibril datang untuk mengajarkan agama kepada manusia dalam keadaan seperti itu. Pengertian Islam Islam menurut bahasa maknanya tunduk dan berserah diri kepada Allah. Sedang menurut istilah Islam adalah melaksanakan lima amalan pokok, yaitu bersyahadat bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah. Menegakkan shalat lima waktu pada waktunya, dengan menyempurnaka syarat dan rukunnya, serta memenuhi sunnah dan adab-adabnya. Membayar zakat, puasa Ramadhan dan berhaji kepada Baitullah sekali dalam hidupnya bagi siapa saja yang mampu melaksanakannya. Pengertian Iman Iman secara bahasa artinya At Tashdiq membenarkan dengan hati. Sedang secara istilah adalah keyakinan yang kuat bahwa Allah Taโ€™ala adalah Dzat yang wahid satu, ahad esa, fard sendiri, shamadtempat bergantung, tidak mengambil shahibah teman wanita dan istri, juga tidak memiliki waladanak. Dia adalah Rabb segala sesuatu dan pemiliknya, tidak ada sekutu di dalam kekuasaan-Nya. DialahAl-Khaliq yang menciptakan, Ar-Raziq Pemberi rizki, Al-Muโ€™thi Pemberi anugrah, Al-Maaniโ€™ Penahan pemberian, Al-Muhyi Yang menghidupkan, Al-Mumit Yang mematikan, sekaligus yang mengatur seluruh urusan makhluk-Nya. Dialah Dzat yang berhak diibadahi, satu-satu-Nya tanpa ada yang lain, dengan segala macam ibadah; berupa khudhuโ€™ tunduk, khusyuโ€™, khasyyah takut, inabah taubat, qashd niat, thalab memohon, doโ€™a, menyembelih, nadzar dan sebagainya. Termasuk beriman kepada Allah adalah beriman dengan segala apa yang Dia kabarkan dalam Al-Qur`an, atau yang diceritakan oleh Rasul-Nya tentang nama-nama dan sifat-sifat-Nya, dan bahwasanya Dia tidak sama dengan makhluk-Nya dan bagi-Nya kesempurnaan mutlak dalam hal sifat dan nama-nama tersebut, dengan menetapkannya untuk-Nya tanpa tamtsil menyerupakannya dan menyucikannya tanpa taโ€™thilmenghilangkan maknanya. Meyakini dengan kuat bahwa Allah memiliki para malaikat yang diciptakan dari cahaya, mereka tidak pernah membantah perintah-Nya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka. Membenarkan dengan penuh keyakinan bahwa Allah Subhanahu wa Taโ€™ala mempunyai kitab-kitab yang diturunkan kepada para Rasul-Nya untuk disampaikan kepada hamba-hamba-Nya dengan kebenaran yang nyata serta petunjuk yang jelas. Dan bahwasanya ia adalah Kalam Allah yang Dia firmankan dengan sebenarnya sebagaimana yang Dia kehendaki dan menurut apa yang Dia inginkan. Membenarkan dengan seyakin-yakinnya bahwa Allah Subhanahu wa Taโ€™ala telah mengutus kepada setiap umat seorang Rasul yang menyeru mereka untuk beribadah hanya kepada-Nya semata, tanpa menyekutukan-Nya dan untuk kafir kepada segala sembahan selain-Nya. Serta keyakinan bahwa semua Rasul adalah benar, mulia, luhur, mendapat petunjuk dan menunjuki orang lain. Mereka telah menyampaikan apa yang karenanya mereka diutus oleh Allah, tanpa menyembunyikan atau mengubahnya sedikitpun. Meyakini dengan pasti kebenaran setiap hal yang diberitakan oleh Allah Subhanahu wa Taโ€™ala dalam kitab suci-Nya dan setiap hal yang diberitakan oleh Rasul-Nya Shalallahu alaihi wa sallam mulai dari apa yang akan terjadi sesudah mati, seperti fitnah kubur, adzab dan nikmat kubur, serta apa yang terjadi sesudah itu berupa kebangkitan dari kubur, mahsyar tempat berkumpul di akhirat, shuhuf catatan amal, hisab perhitungan, mizan timbangan, haudh telaga, shirath titian, syafaโ€™at pertolongan, Jannah dan Naarserta apa-apa yang dijanjikan Allah Subhanahu wa Taโ€™ala bagi para penghuninya. Dan membenarkan dengan sesungguhnya bahwa apa yang terjadi, baik berupa kebaikan ataupun keburukan merupakan qadha` Allah dan takdir-Nya. Sesungguhnya keimanan seseorang dapat bertambah dan berkurang, QS. Al-Fath 4, โ€œUntuk menambah keimanan mereka pada keimanan yang sudah ada sebelumnya.โ€ Imam Bukhari menyebutkan dalam kitab shahihnya bahwa ibnu Abu Mulaikah berkata, โ€œAku temukan ada 30 orang shahabat Rasulullah yang khawatir ada sifat kemunafikan dalam dirinya. Tidak ada seorangpun dari mereka yang berani mengatakan bahwa ia memiliki keimanan seperti halnya keimanan Jibril dan Mikail alaihimus salaam.โ€ Islam dan Iman Sesungguhnya Islam dan iman apabila bertemu dalam satu tempat, maka Islam ditafsirkan sebagai amalan-amalan lahir, sedangkan iman ditafsirkann sebagai amalan-amalan batin yang berupa keyakinan. Namun jika keduanya disebut secara tersendiri atau terpisah, maka masing-masing dari keduanya ditafsirkan dengan tafsir yang lain, yaitu bahwa, Islam ditafsirkan dengan keyakinan dan amalan-amalan lahir, sebagaimana halnya iman juga ditafsirkan demikian. Keduanya merupakan sesuatu yang wajib, sehingga keridhaan Allah tidak akan bisa diraih dan seseorang tidak akan bisa selamat dari siksa-Nya kecuali dengan kepasrahan lahir yang disertai dengan keyakinan hati. Karenanya, tidak boleh memisahkan antara keduanya. Maka dari itu, seseorang tidak akan dapat menyempurnakan keimanan dan keislamannya yang telah diwajibkan atasnya kecuali dengan melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi laranngan-larangan-Nya. Sebagaimana kesempurnaan tidak mengharuskan sampainya pada puncak yang dituju, karena adanya perbedaan tingkatan sesuai dengan tingginya kuantitas dan kualitas amal serta keyakinan. Pengertian Ihsan Ihsan adalah beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya. Jika tidak bisa maka hendaknya meyakini bahwa Allah melihat kita. Jadi ihsan merujuk pada kekhusyuโ€™an dalam beribadah, memperhatikan hak Allah dan menyadari adanya pengawasan Allah kepadanya serta keagungan dan kebesaran Allah selama menjalankan ibadah. Hari Kiamat dan Tanda-tandanya Waktu kapan datangnya hari kiamat, hanya Allah yang mengetahuinya. Tidak seorang pun dari makhluk-Nya yang diberi tahu, baik malaikat maupun para rasul. Maka Rasulullah ketika ditanya, โ€œBeritahukan aku tentang hari kiamat kapan kejadiannyaโ€. Beliau bersabda โ€œYang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.โ€ Namun beliau mengabarkan tanda-tandanya, yaitu Budak Perempuan Melahirkan Anak Tuannya. Maksudnya kaum muslimin kelak akan menguasai negeri kafir, sehingga banyak tawanan, maka budak-budak banyak melahirkan anak tuannya dan anak ini akan menempati posisi majikan karena kedudukan bapaknya. Hal ini menjadi sebagian tanda-tanda kiamat. Ada juga yang mengatakan bahwa itu menunjukkan kerusakan umat manusia sehingga orang-orang terhormat menjual budak yang menjadi ibu dari anak-anaknya, sehingga berpindah-pindah tangan yang mungkin sekali akan jatuh ke tangan anak kandungnya tanpa disadarinya. Jika Orang-orang Miskin dan Penggembala Domba Berlomba-lomba Meninggikan Bangunan Yaitu apabila urusan telah terbalik-balik. Hingga orang-orang yang rendah dan hina menjadi pemimpin umat. Urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya. Banyaknya harta dan perhiasan, menyebarnya kesombongan dan pemborosan dan manusia berlomba-lomba dalam meninggikan bangunan. Hadits ini juga menyatakan adanya larangan berlomba-lomba membangun bangunan yang sama sekali tidak dibutuhkan. Sebagaimana sabda Rasulullah,โ€ Anak adam diberi pahala untuk setiap belanja yang dikeluarkannya kecuali belanja untuk mendirikan bangunan.โ€ Tanya Jawab Merupakan Salah Satu Metode Pembelajaran Tanya jawab merupakan salah satu metode tarbiyah, baik masa lalu maupun saat ini. Rasulullah banyak menggunakan metode ini dalam mengajar para sahabatnya. Karena medote ini akan menarik perhatian dan mempersiapkan otak untuk menerima jawaban ilmu yang benar. Wallahu aโ€™lam. Pemuda Muslim Yang Selalu Memperbaiki Hati dan Diri Programmer Blogger Desainer Sekarang kita masuk bahasan terakhir dari hadits kedua Arbain An-Nawawiyah tentang ihsan dan tanda kiamat. Kali ini melanjutkan ihsan dan tanda kiamat dari hadits Jibril, hadits Al-Arbain An-Nawawiyah kedua. Inilah pembahasan terakhir dari hadits kedua tersebut. Lanjutan dari hadits Umar bin Al-Khathab radhiyallahu anhu, ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู ุงู„ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู ู‚ูŽุงู„ูŽ โ€ ุฃูŽู†ู’ ุชูุคู’ู…ูู†ูŽ ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุชูู‡ู ูˆูŽูƒูุชูุจูู‡ู ูˆูŽุฑูุณูู„ูู‡ู ูˆูŽุงู„ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู ูˆูŽุชูุคู’ู…ูู†ูŽ ุจูุงู„ู’ู‚ูŽุฏูŽุฑู ุฎูŽูŠู’ุฑูู‡ู ูˆูŽุดูŽุฑูู‘ู‡ู โ€ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุตูŽุฏูŽู‚ู’ุชูŽ , ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู ุงู„ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู , ู‚ูŽุงู„ูŽ โ€ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุนู’ุจูุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูƒูŽุฃูŽู†ูŽู‘ูƒูŽ ุชูŽุฑูŽุงู‡ู , ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒูู†ู’ ุชูŽุฑูŽุงู‡ู ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽุฑูŽุงูƒูŽ โ€ ู‚ูŽุงู„ูŽ , ููŽุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู ุงู„ุณูŽู‘ุงุนูŽุฉู , ู‚ูŽุงู„ูŽ โ€ ู…ูŽุง ุงู„ู…ูŽุณู’ุฆููˆู’ู„ู ุจูุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ุงุฆูู„ู โ€ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู…ูŽุงุฑูŽุงุชูู‡ูŽุง . ู‚ูŽุงู„ูŽ โ€ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู„ูุฏูŽ ุงู„ุฃูŽู…ูŽุฉู ุฑูŽุจูŽู‘ุชูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽู‰ ุงู„ุญูููŽุงุฉูŽ ุงู„ุนูุฑูŽุงุฉูŽ ุงู„ุนูŽุงู„ูŽุฉูŽ ุฑูุนูŽุงุกูŽ ุงู„ุดูŽู‘ุงุกู ูŠูŽุชูŽุทูŽุงูˆูŽู„ููˆู’ู†ูŽ ูููŠ ุงู„ุจูู†ู’ูŠูŽุงู†ู โ€ . ุซูู…ูŽู‘ ุงู†ู’ุทูŽู„ูŽู‚ูŽ ููŽู„ูŽุจูุซู’ุชู ู…ูŽู„ููŠูŽุง , ุซูู…ูŽู‘ ู‚ูŽุงู„ูŽ โ€ ูŠูŽุง ุนูู…ูŽุฑ , ุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููŠ ู…ูŽู†ู ุงู„ุณูŽู‘ุงุฆูู„ู ุŸโ€ , ู‚ูู„ู’ุชู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู , ู‚ูŽุงู„ูŽ โ€ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ุฌูุจู’ุฑููŠู’ู„ู ุฃูŽุชูŽุงูƒูู…ู’ ูŠูุนูŽู„ูู‘ู…ููƒูู…ู’ ุฏููŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’ โ€ ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ Orang itu berkata lagi, โ€œBeritahukan kepadaku tentang Iman.โ€ Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab, โ€œEngkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada para rasul-Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk.โ€ Orang tadi berkata, โ€œEngkau benar.โ€ Orang itu berkata lagi, โ€œBeritahukan kepadaku tentang Ihsan.โ€ Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab, โ€œEngkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu.โ€ Orang itu berkata lagi, โ€œBeritahukan kepadaku tentang kiamat.โ€ Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab,โ€ Orang yang ditanya itu tidak lebih tahu dari yang bertanya.โ€ Selanjutnya orang itu berkata lagi, โ€œBeritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya.โ€ Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab, โ€œJika seorang budak wanita melahirkan majikannya; jika engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, tidak berbaju, miskin dan penggembala kambing, berlomba-lomba mendirikan bangunan.โ€ Kemudian orang tadi pergi, aku tetap tinggal beberapa lama kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata kepadaku, โ€œWahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya itu?โ€ Saya menjawab, โ€œAllah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.โ€ Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, โ€œIa adalah Jibril, dia datang untuk mengajarkan kepadamu tentang agama kepadamu.โ€ HR. Muslim, no. 8 Pelajaran Bagian Keempat dari Hadits 02 1- Ihsan itu berarti berbuat baik yaitu berbuat baik dalam menunaikan kewajiban pada Sang Khaliq, di mana ibadah dilakukan ikhlas karena-Nya dan ittibaโ€™ mengikuti tuntunan Rasul-Nya. Siapa saja yang ikhlas dan mengikuti tuntunan Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dialah yang disebut telah berbuat ihsan. Adapun berbuat ihsan kepada makhluk adalah berbuat baik kepada sesama melalui harta, kedudukan dan lainnya seperti dijelaskan dalam hadits ke-17 dari Hadits Al-Arbain An-Nawawiyah. 2- โ€œIhsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nyaโ€ maksudnya ibadah tersebut dibangun di atas keikhlasan dan ittibaโ€™ mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Seakan-akan melihat-Nya maksudnya adalah ibadah itu dilakukan atas dasar cinta kepada Allah. Sebab cinta inilah yang mendorong seseorang melakukan ibadah. 3- โ€œJika engkau tidak melihat-Nya, sungguh Allah melihatmuโ€, maksudnya beribadahlah kepada Allah atas dasar takut kepada-Nya. Jika kita menyelisihi hal itu, maka Allah melihat kita yaitu Allah akan memberikan siksaan. 4- Sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah, derajat ihsan ada dua a derajat thalab, b derajat harb. Derajat thalab adalah kita beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya. Derajat harb adalah kita beribadah kepada Allah dan yakin Allah melihat kita, maka takutlah akan siksa-Nya. Derajat thalab lebih tinggi dibandingkan dengan derajat harb. 5- Dalam ihsan ada kadar wajib yang mesti dipenuhi yaitu seorang hamba harus beribadah dengan baik pada Allah dengan ikhlas dan ittibaโ€™. Ada pula kadar mustahab sunnah yaitu beribadah kepada Allah pada maqam muraqabah atau maqam musyahadah. Maqam muraqabah adalah meyakini bahwa Allah melihat kita. Inilah maqamnya kebanyakan manusia sebagaimana disebutkan dalam ayat, ูˆูŽู…ูŽุง ุชูŽูƒููˆู†ู ูููŠ ุดูŽุฃู’ู†ู ูˆูŽู…ูŽุง ุชูŽุชู’ู„ููˆ ู…ูู†ู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ู‚ูุฑู’ุขูŽู†ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุนูŽู…ูŽู„ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ูƒูู†ูŽู‘ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุดูู‡ููˆุฏู‹ุง ุฅูุฐู’ ุชููููŠุถููˆู†ูŽ ูููŠู‡ู โ€œKamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al-Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya.โ€ QS. Yunus 61 Juga dalam hadits disebutkan sebagai berikut, ุฅูุฐูŽุง ู‚ูู…ู’ุชูŽ ููู‰ ุตูŽู„ุงูŽุชููƒูŽ ููŽุตูŽู„ูู‘ ุตูŽู„ุงูŽุฉูŽ ู…ููˆูŽุฏูู‘ุนู ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽูƒูŽู„ูŽู‘ู…ู’ ุจููƒูŽู„ุงูŽู…ู ุชูŽุนู’ุชูŽุฐูุฑู ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽุฃูŽุฌู’ู…ูุนู ุงู„ู’ูŠูŽุฃู’ุณูŽ ุนูŽู…ูŽู‘ุง ููู‰ ุฃูŽูŠู’ุฏูู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู โ€œJika engkau shalat, kerjakanlah seperti shalat orang yang akan berpisah; janganlah berbicara dengan perkataan yang engkau nanti akan meminta maaf di hari esok, dan janganlah berharap terhadap apa yang dimiliki oleh orang lain.โ€ HR. Ibnu Majah, no. 4171 dan Ahmad, 5412; dari Abu Ayyub. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan. Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ุตูŽู„ูู‘ ุตูŽู„ูŽุงุฉูŽ ู…ููˆูŽุฏูู‘ุนูุŒ ููŽุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูŽ ู„ูŽุง ุชูŽุฑูŽุงู‡ู ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽุฑูŽุงูƒูŽุŒ ูˆูŽุฃู’ูŠูŽุณู’ ู…ูู…ูŽู‘ุง ูููŠ ุฃูŽูŠู’ุฏููŠ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุชูŽูƒูู†ู’ ุบูŽู†ููŠู‹ู‘ุงุŒ ูˆูŽุฅููŠูŽู‘ุงูƒูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูุนู’ุชูŽุฐูŽุฑู ู…ูู†ู’ู‡ู โ€œShalatlah seperti shalat orang yang akan berpamitan, maka sesungguhnya Engkau, jika Engkau tidak bisa melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu. Dan tak perlu banyak berharap pada sesuatu yang ada di tangan orang lain, engkau pasti akan menjadi kaya; dan berhati-hatilah dari yang nanti akan dimintai alasannya.โ€ HR. Al-Baihaqi dalam Az-Zuhud Al-Kabir, 2210. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih karena banyak penguatnya. Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1914. Maqam musyahadah berarti kita beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya yaitu melihat nama dan sifat Allah serta pengaruhnya, bukan melihat zat Allah secara langsung seperti diyakini oleh kaum sufi. Maqam ini lebih tinggi dibandingkan maqam muraqabah. 6- As-saaโ€™ah adalah waktu saat manusia berdiri keluar dari kuburnya menghadap Rabbul alamin, yaitu hari berbangkit. Disebut as-saaโ€™ah karena kiamat itu balaโ€™ musibah yang besar seperti disebutkan dalam ayat, ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุฑูŽุจูŽู‘ูƒูู…ู’ ุฅูู†ูŽู‘ ุฒูŽู„ู’ุฒูŽู„ูŽุฉูŽ ุงู„ุณูŽู‘ุงุนูŽุฉู ุดูŽูŠู’ุกูŒ ุนูŽุธููŠู…ูŒ โ€œHai manusia, bertakwalah kepada Rabbmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar dahsyat.โ€ QS. Al-Hajj 1 7- Ilmu tentang hari kiamat, kapan pastinya hari kiamat datang hanyalah menjadi ilmu Allah. Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang ditanya saja menjawab bahwa ia tidak lebih tahu dari yang bertanya Jibril. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah sampai-sampai menegaskan, โ€œWajib bagi kita mendustakan setiap orang yang menyatakan bahwa batasan umur dunia sekian dan sekian di masa akan datang. Siapa yang berani menyatakan seperti itu atau membenarkannya, maka ia kafir.โ€ Syarh Al-Arbaโ€™in An-Nawawiyah, hlm. 65. Dalam ayat disebutkan, ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุนูŽู†ู ุงู„ุณูŽู‘ุงุนูŽุฉู ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุนูู„ู’ู…ูู‡ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูุฏู’ุฑููŠูƒูŽ ู„ูŽุนูŽู„ูŽู‘ ุงู„ุณูŽู‘ุงุนูŽุฉูŽ ุชูŽูƒููˆู†ู ู‚ูŽุฑููŠุจู‹ุง โ€œManusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah โ€œSesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah.โ€ Dan tahukah kamu hai Muhammad, boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.โ€ QS. Al-Ahzab 63 8- Kiamat akan datang dengan melewati tanda-tanda terlebih dahulu. Allah Taโ€™ala berfirman, ููŽู‡ูŽู„ู’ ูŠูŽู†ู’ุธูุฑููˆู†ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ุณูŽู‘ุงุนูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฃู’ุชููŠูŽู‡ูู…ู’ ุจูŽุบู’ุชูŽุฉู‹ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽุงุกูŽ ุฃูŽุดู’ุฑูŽุงุทูู‡ูŽุง ููŽุฃูŽู†ูŽู‘ู‰ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุงุกูŽุชู’ู‡ูู…ู’ ุฐููƒู’ุฑูŽุงู‡ูู…ู’ โ€œMaka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat yaitu kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila Kiamat sudah datang?โ€ QS. Muhammad 18 9- Para ulama seperti Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah membagi tanda datangnya kiamat menjadi tiga a tanda yang sudah berlalu dan berakhir, b tanda yang akan terus berulang tanda wustha, c tanda yang menunjukkan semakin dekatnya hari kiamat tanda kubra. 10- Tanda kiamat yang disebutkan dalam hadits Pertama Seorang budak melahirkan majikannya. Hal ini ada dua makna yaitu 1 semakin banyak perbudakan di akhir zaman sehingga ada anak perempuan yang dilahirkan dari seorang budak dan anak perempuan itu merdeka sedangkan budak wanita sebagai ibunya tetaplah budak; 2 semakin banyak anak yang durhaka di akhir zaman karena ada anak perempuan yang bertingkah laku sebagai majikan dan ibunya diperlakukan sebagai budaknya. Kedua Orang yang tidak beralas kaki, tidak berbaju, miskin dan penggembala kambing, berlomba-lomba mendirikan bangunan. Artinya banyak orang miskin yang menjadi kaya dan berlomba-lomba meninggikan dan memperbagus bangunan. 11- Malaikat bisa berjalan dan bisa berubah bentuk menyerupai manusia. 12- Manusia asalnya tidak bisa melihat malaikat. 13- Seorang alim boleh mengajukan pertanyaan pada murid-muridnya tentang berbagai hal yang belum diketahui. 14- Yang bertanya suatu ilmu bisa menjadi orang yang mengajarkan ilmu kepada orang-orang yang mendengar jawabannya. 15- Yang ditanyakan dalam hadits ini adalah masalah diin masalah agama. Diin dalam hal ini ada tiga tingkatan a Islam memiliki lima rukun, b Iman memiliki enam rukun, c Ihsan memiliki satu rukun yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya; jika tidak melihatnya, yakinlah Allah itu melihat kita. 16- Seorang muslim hendaklah mempelajari agamanya tidak sekedar mengaku sebagai seorang muslim saja lantas tidak mengetahui dalam ajaran Islam itu terdapat apa saja. Sehingga penting mempelajari Islam, Iman dan Ihsan. Demikian nasihat dari Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizahullah. Semoga bermanfaat hadits Jibril dan menjadi pelajaran bagi kita semua. Referensi Al-Minhah Ar-Rabbaniyyah fii Syarh Al-Arbaโ€™in An-Nawawiyyah. Cetakan pertama, Tahun 1429 H. Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan. Penerbit Darul Ashimah. Jaamiโ€™ Al-Ulum wa Al-Hikam fii Syarh Khamsiina Haditsan min Jawamiโ€™ Al-Kalim. Cetakan kesepuluh, Tahun 1432 H. Ibnu Rajab Al-Hambali. Tahqiq Syuโ€™aib Al-Arnauth. Penerbit Muassasah Ar-Risalah. Syarh Al-Arbaโ€™in An-Nawawiyyah. Cetakan ketiga, Tahun 1425 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Penerbit Dar Ats-Tsuraya. Syarh Al-Arbaโ€™in An-Nawawiyyah. Cetakan kedua, Tahun 1433 H. Syaikh Shalih bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh. Penerbit Darul Ashimah. โ€” Disusun di Pesantren Darush Sholihin, Jumat pagi, 20 Rabiโ€™ul Awwal 1439 H Oleh Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Hadits Arbain Ke 2 โ€“ Pengertian Islam, Iman dan Ihsan merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Anas Burhanuddin, dalam pembahasan Al-Arbaโ€™in An-Nawawiyah ุงู„ุฃุฑุจุนูˆู† ุงู„ู†ูˆูˆูŠุฉ atau kitab Hadits Arbain Nawawi Karya Imam Nawawi rahimahullahu taโ€™ala. Kajian ini disampaikan pada 29 Muharram 1440 H / 09 Oktober 2018 M. Status Program Kajian Kitab Hadits Arbain Nawawi Status program kajian Hadits Arbain Nawawi AKTIF. Mari simak program kajian ilmiah ini di Radio Rodja 756AM dan Rodja TV setiap Selasa sore pekan ke-2 dan pekan ke-4, pukul 1630 - 1800 WIB. Download juga kajian sebelumnya Hadits Arbain Ke 1 โ€“ Innamal Aโ€™malu Binniyat Ceramah Agama Islam Tentang Hadits Arbain Ke 2 โ€“ Pengertian Islam, Iman dan Ihsan Kajian kali ini membahas hadits arbain ke 2. Yaitu hadits tentang Islam, iman dan ihsan yang juga diriwayatkan oleh Umar bin Al-Khattab radhiyallahu anhu. Dalam hadits ini beliau mengatakan ุจูŽูŠู’ู†ูŽู…ูŽุง ู†ูŽุญู’ู†ู ุฌูู„ููˆู’ุณูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู… ุฐูŽุงุชูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุฅูุฐู’ ุทูŽู„ูŽุนูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุดูŽุฏููŠู’ุฏู ุจูŽูŠูŽุงุถู ุงู„ุซูู‘ูŠูŽุงุจู ุดูŽุฏููŠู’ุฏู ุณูŽูˆูŽุงุฏู ุงู„ุดูŽู‘ุนู’ุฑู, ู„ุงูŽ ูŠูุฑูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽุซูŽุฑู ุงู„ุณูŽู‘ููŽุฑู ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุนู’ุฑูููู‡ู ู…ูู†ูŽู‘ุง ุฃูŽุญูŽุฏูŒ, ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฌูŽู„ูŽุณูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…, ูุฃูŽุณู’ู†ูŽุฏูŽ ุฑููƒู’ุจูŽุชูŽูŠู’ู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฑููƒู’ุจูŽุชูŽูŠู’ู‡ู, ูˆูŽูˆูŽุถูŽุนูŽ ูƒูŽููŽู‘ูŠู’ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ููŽุฎูุฐูŽูŠู’ู‡ู, ูˆูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠู’ ุนูŽู†ู ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู, ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู… ุงูŽู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุดู’ู‡ูŽุฏูŽ ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽุฅู ู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู, ูˆูŽุชูู‚ููŠู’ู…ู ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉูŽ, ูˆูŽุชูุคู’ุชููŠูŽ ุงู„ุฒูŽู‘ูƒูŽุงุฉูŽ, ูˆูŽุชูŽุตููˆู’ู…ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ, ูˆูŽุชูŽุญูุฌูŽู‘ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชูŽ ุฅูู†ู ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุณูŽุจููŠู’ู„ุงู‹. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุตูŽุฏูŽู‚ู’ุชู. ููŽุนูŽุฌูุจู’ู†ูŽุง ู„ูŽู‡ู ูŠูŽุณู’ุฆูŽู„ูู‡ู ูˆูŽูŠูุตูŽุฏูู‘ู‚ูู‡ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠู’ ุนูŽู†ู ุงู„ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู, ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูุคู’ู…ูู†ูŽ ุจูุงู„ู„ู‡ู, ูˆูŽู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุชูู‡ู, ูˆูŽูƒูุชูุจูู‡ู, ูˆูŽุฑูุณูู„ูู‡ู, ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู, ูˆูŽ ุชูุคู’ู…ูู†ูŽ ุจูุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุฎูŽูŠู’ุฑูู‡ู ูˆูŽ ุดูŽุฑูู‘ู‡ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุตูŽุฏูŽู‚ู’ุชูŽ. ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠู’ ุนูŽู†ู ุงู„ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู, ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุนู’ุจูุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูƒูŽุฃูŽู†ูŽู‘ูƒูŽ ุชูŽุฑูŽุงู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒูู†ู’ ุชูŽุฑูŽุงู‡ู ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽุฑูŽุงูƒูŽ. ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠู’ ุนูŽู†ู ุงู„ุณูŽู‘ุงุนูŽุฉู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุคููˆู’ู„ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุจูุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ุงุฆูู„ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠู’ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู…ูŽุงุฑูŽุงุชูู‡ูŽุง, ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู„ูุฏูŽ ุงู„ุฃูŽู…ูŽุฉู ุฑูŽุจูŽู‘ุชูŽู‡ูŽุง, ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽู‰ ุงู„ู’ุญูููŽุงุฉูŽ ุงู„ู’ุนูุฑูŽุงุฉูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽุฉูŽ ุฑูุนูŽุงุกูŽ ุงู„ุดูŽู‘ุงุกู ูŠูŽุชูŽุทูŽุงูˆูŽู„ููˆู’ู†ูŽ ูููŠู’ ุงู„ู’ุจูู†ู’ูŠูŽุงู†ู, ุซู… ุงูŽู†ู’ุทูŽู„ูŽู‚ูŽ, ููŽู„ูŽุจูุซู’ุชู ู…ูŽู„ููŠู‹ู‘ุง, ุซูู…ูŽู‘ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุนูู…ูŽุฑู, ุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููŠู’ ู…ูŽู†ู ุงู„ุณูŽู‘ุงุฆูู„ุŸ ู‚ูู„ู’ุชู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ุฌูุจู’ุฑููŠู’ู„ู ุฃูŽุชูŽุงูƒูู…ู’ ูŠูุนูŽู„ูู‘ู…ููƒูู…ู’ ุฏููŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’. ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ Suatu ketika, kami para sahabat duduk di dekat Rasululah shallallahu alaihi wa sallam. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi shallallahu alaihi wa sallam, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi shallallahu alaihi wa sallam, kemudian ia berkata โ€œHai, Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang Islam.โ€ Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab,โ€Islam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,โ€ lelaki itu berkata,โ€Engkau benar,โ€ maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya. Kemudian ia bertanya lagi โ€œBeritahukan kepadaku tentang Imanโ€. Nabi menjawab,โ€Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,โ€ ia berkata, โ€œEngkau benar.โ€ Dia bertanya lagi โ€œBeritahukan kepadaku tentang ihsanโ€. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menjawab,โ€Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.โ€ Lelaki itu berkata lagi โ€œBeritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?โ€ Nabi menjawab,โ€Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.โ€ Dia pun bertanya lagi โ€œBeritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!โ€ Nabi menjawab,โ€Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju miskin papa serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.โ€ Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku โ€œWahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?โ€ Aku menjawab, โ€Allah dan RasulNya lebih mengetahui,โ€ Beliau bersabda,โ€Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.โ€ [HR Muslim, no. 8] Rukun Islam Pertama, bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah subhanahu wa taโ€™ala. Ada banyak Tuhan, tapi yang berhak disembah hanya Allah subhanahu wa taโ€™ala saja. Juga bersaksi bahwasannya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah hamba dan untusanNya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bukan Tuhan, bukan anak Tuhan. Maka tidak boleh diberikan hak-hak ketuhanan dan pada saat yang sama dia adalah Rasulullah. Dia manusia tapi bukan manusia biasa. Dia adalah manusia pilihan. Dimana orang-orang yang hidup setelah diutusnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam wajib untuk mengikuti beliau. Maka ajaran beliau universal, tidak hanya untuk orang arab. Tapi semua jin dan manusia yang hidup setelah diutusnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam wajib mengimani bahwa beliau adalah Rasulullah. Inilah keyakinan yang ideal yang diajarkan oleh Islam. Tidak merendahkan dan tidak juga menuhankan. Beliau adalah hamba, maka jangna dikultuskan, jangan dipertuhankan. Beliau juga Rasul, maka jangan dihinakan dan direndahkan. Dari rukun yang pertama ini bisa kita simpulkan tentang syarat diterimanya amal kita. Amal kita tidak diterima kecuali dengan ikhlas memberikan ibadah kita hanya untuk Allah subhanahu wa taโ€™ala saja, ini kembali kepada syahadat yang pertama. Kedua adalah bahwasannya kita harus menjalankan ibadah itu sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, ini kembali kepada syahadat yang kedua. Kedua, menegakkan shalat. Terutama shalat lima waktu yang wajib bagi setiap muslim. Seorang muslim tidak boleh meninggalkannya. Karena jika ditinggalkan akibatnya fatal. Sebagian ulama berpendapat bahwasannya meninggalkan shalat akan mengeluarkan pelakunya dari Islam. Sebagaimana dikatakan oleh Abdullah bin Syaqiq radhiyallahu anhu, โ€œKami para sahabat tidak melihat ada suatu amalan yang jika ditinggalkan membuat pelakunya kafir kecuali shalat.โ€ Maka berdasarkan hal ini dan juga dalil-dalil yang lain, sebagian dari ulama berpendapat bahwasannya meninggalkan shalat adalah kafir. Ketiga, menunaikan zakat. Bagi yang mampu, hendaknya tidak menunda-nunda dan tidak lari dari kewajiban membayar zakat. Karena itu adalah salah satu kewajiban dan bahwa rukun Islam. Meninggalkannya juga adalah sesuatu yang sangat fatal dalam agama kita. Keempat, menjalankan puasa ramadhan. Puasa ramadhan wajib bagi semuanya yang mampu untuk menjalankannya. Kelima, haji jika mampu datang ke Baitullah. Amalan Islam sangat banyak, tapi yang lima ini adalah yang paling penting. Lima amalan ini merupakan pondasinya yang kalau satu saja hilang, maka hal yang sangat fatal terjadi pada keislaman seseorang. Maka handaknya kita menjadikan kajian ini sebagai pengingat. Jika ada diantara kita yang belum menyelesaikan lima rukun ini hendaknya berusaha untuk menyelesaikannya. Terutama kewajiban-kewajiban yang wajib atas semua orang seperti syahadat, shalat dan puasa. Adapun syahadat dan haji, jika Allah subhanahu wa taโ€™ala menguji kita dengan kemudahan dalam urusan dunia sehingga kita menjadi orang yang wajib zakat atau wajib haji, maka hendaknya kita juga segera menjalankannya. Dalam potongan hadits yang awal ini, Beliau shallallahu alaihi wa sallam menafsirkan Islam dengan amalan-amalan yang lahir. Hal ini karena Islam memang ditafsirkan dengan amalan-amalan lahir. Adapun amalan-amalan yang batin seperti aqidah, dirangkum dalam rukun iman. Rukun Iman Ketika ditanya tentang iman, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawabnya dengan perkara-perkara batin atau amalan-amalan hati. Yaitu Pertama, beriman kepada Allah subhanahu wa taโ€™ala. Yakni beriman bahwa Allah ada, Allah yang menciptakan kita, menciptakan dan mengatur seluruh jagad raya, memberikan kita rezeki, menghidupkan dan mematikan kita. Kemudian karena Allah yang menghidupkan dan mematikan kita, maka tidak ada yang berhak disembah kecuali hanya Dia. Dan kita juga wajib untuk menetapkan bahwa seluruh nama-nama yang sudah Allah tetapkan dalam Al-Qurโ€™an maupun dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Ini semua bagian dari beriman kepada Allah subhanahu wa taโ€™ala. Tidak boleh bagi seorang muslim untuk memberikan ibadah dalam bentuk apapun kepada selain Allah subhanahu wa taโ€™ala. Tidak boleh bagi seorang mukmin menyembelih untuk selain Allah, atau meminta kesembuhan kepada selain Allah subhanahu wa taโ€™ala, bersumpah dengan nama selain Allah subhanahu wa taโ€™ala, ini semua bentuk pengingkaran dan penentangan kepada keimanan yang sudah kita ikrarkan. Bahkan orang-orang Quraisy dahulu mengimani bahwa Tuhan mereka adalah Allah, yang menciptakan mereka adalah Allah, yang memberikan rezeki adalah Allah subhanahu wa taโ€™ala. Dan ketika mereka menyembah selain Allah subhanahu wa taโ€™ala, mereka tetap meyakini sesembahan mereka sebagai Tuhan dibawah Allah subhanahu wa taโ€™ala. Karenanya mereka disebut sebagai kaum Jahiliyah. Mereka tahu bahwa Tuhan yang mereka sembah adalah Tuhan yang tidak bisa memberikan manfaat atau memberikan bahaya, tapi mereka tetap menyembahnya. Maka kalau ada orang yang mengaku muslim namun masih menyembah selain Allah, menyembelih untuk selain Allah, bersumpah dengan nama selain Allah subhanahu wa taโ€™ala, maka apa bedanya mereka dengan orang-orang Musyrikin pada zaman Jahiliyah. Kedua, beriman kepada malaikat-malaikat Allah subhanahu wa taโ€™ala. Mengimani bahwasannya Allah memiliki malaikat-malaikat. Mereka adalah hamba-hambaNya yang tidak pernah berbuat maksiat. Mereka mentaati seluruh yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa taโ€™ala dan tidak pernah membangkang. Kemudian mengimani juga berbagai sifat dan keterangan yang diberikan oleh Allah subhanahu wa taโ€™ala tentang mereka. Yakni mereka terbuat dari cahaya, bentuk fisik mereka memiliki sayap-sayap, diberikan kemampuan untuk merubah wujud kita. Kita mengimani keberadaan mereka secara global. Kemudian jika ada keterangan dari Allah subhanahu wa taโ€™ala atau dari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam tentang mereka, kita juga wajib untuk mengimani dan itu menjadi bagian dari iman kepada hal ghaib. Sebagaimana iman kita kepada Allah merupakan iman kepada yang ghaib. Dan beriman kepada hal-hal yang ghaib adalah sifat orang-orang yang bertakwa. Ketiga, beriman kepada kitab-kitab Allah subhanahu wa taโ€™ala. Allah subhanahu wa taโ€™ala telah menurunkan kitab-kitab sebagai pedoman bagi hamba-hambaNya, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang beriman, disana ada kebahagiaan mereka. Kita mengimani hal tersebut secara global dan juga mengimani keterangan-keterangan tentang kitab-kitab yang dijelaskan secara lebih terperinci seperti Al-Qurโ€™an, Taurat, Zabur, Injil, atau juga suhuf Nabi Musa dan Nabi Ibrahim. Bagaimana penjelasan selenjutnya? Simak Penjelasan Lengkapnya dan Download mp3 Ceramah Agama Islam Tentang Hadits Arbain Ke 2 โ€“ Pengertian Islam, Iman dan Ihsan Podcast Play in new window DownloadSubscribe RSS Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Taโ€™ala membalas kebaikan Anda. Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui Telegram Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui Facebook Pencarian penjelasan hadits arbain ke 2, syarah hadits arbain ke 2, hadits arbain ke 2 latin, hadits arbain ke 2 arab, ihsan hadits arbain ke 2, iman hadits arbain ke 2, islam arbain ke 2 latin, jelas arbain ke 2 arab, penjelasan hadits arbain ke 2, syarah hadits arbain ke 2, hadits arbain ke 2 latin

hadits arbain tentang iman